-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Expand file tree
/
Copy pathindex.html
More file actions
230 lines (207 loc) · 13.7 KB
/
Copy pathindex.html
File metadata and controls
230 lines (207 loc) · 13.7 KB
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
200
201
202
203
204
205
206
207
208
209
210
211
212
213
214
215
216
217
218
219
220
221
222
223
224
225
226
227
228
229
230
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="utf-8" />
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0" />
<title>Matahari</title>
<link rel="stylesheet" href="style.css" />
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=DM+Mono:ital,wght@0,300;0,400;0,500;1,300;1,400;1,500&family=Inter:ital,opsz,wght@0,14..32,100..900;1,14..32,100..900&family=Public+Sans:ital,wght@0,100..900;1,100..900&display=swap" rel="stylesheet">
<script src="script.js"></script>
</head>
<body class="bodyhome">
<header>
<nav class="navbar">
<div class="judul">
<a href="#"><img src="assets/SpaceX_Logo_Black (2).png" alt=""></a>
</div>
<div class="nav-content">
<div class="listMenu">
<ul>
<li><a href="#history">Sejarah</a> </li>
<li><a href="#structure">Struktur</a></li>
<li><a href="#lifecycle">Siklus</a></li>
<li><a href="#activity">Aktivitas</a> </li>
<li> <label class="switch">
<input type="checkbox" id="dark-mode-toggle">
<span class="slider round"></span>
</label></li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="burger">
<div class="line1"></div>
<div class="line2"></div>
<div class="line3"></div>
</div>
</nav>
</header>
<main class="konten">
<div class="flex">
<div class="kiri">
<aside class="opening">
<h1>Matahari Kita: <br>Fakta Sang Pijar</h1>
<img src="assets/17eb0fd3-433b-4c27-8ce3-fc93c80fc45a-300x300.jpg" alt="">
<figcaption>Bintik Matahari (Sumber: https://www.nasa.gov)</figcaption>
</aside>
<article id="history">
<h2>Sejarah sang matahari</h2>
<p>Sejarah Matahari telah menyinari tata surya kita selama sekitar 4,6 miliar tahun. Matahari terbentuk seiring dengan pembentukan seluruh tata surya. Matahari berasal dari awan gas dan debu yang luas yang disebut nebula surya.
Seiring waktu, gaya gravitasi di dalam nebula menyebabkannya runtuh, membentuk cakram berputar. Di tengah cakram ini, Matahari lahir melalui reaksi fusi nuklir di intinya. Inilah awal kehidupan Matahari sebagai bintang utama yang stabil.
Sepanjang sejarahnya, Matahari telah mengalami berbagai fase, termasuk fase di mana ia akan mengalami perubahan signifikan. Namun, perannya sebagai sumber energi utama dalam tata surya kita tetap konstan, memberikan cahaya dan panas yang mendukung kehidupan di Bumi. Sejarah Matahari ini mencakup peristiwa-peristiwa besar yang membentuk dan mempertahankan eksistensinya hingga saat ini.</p>
</article>
<article id="structure">
<h2>Struktur</h2>
<img src="assets/what-is-the-interior-structure-of-the-sun.jpg" alt="">
<p>Matahari, bintang paling terang dan terpenting dalam tata surya kita, memiliki struktur yang kompleks dan fascinatif. Dengan memahami komponen-komponennya, kita dapat meresapi keindahan dan kompleksitas alam semesta.</p>
<section>
<h3>Inti Matahari</h3>
<p>Inti Matahari merupakan jantung yang membara, di mana suhu dan tekanan sangat tinggi. Pada inti ini, reaksi nuklir menyatu menjadi satu, melepaskan energi luar biasa. Fusi nuklir hidrogen menjadi helium menciptakan pancaran cahaya dan panas yang menciptakan kehidupan matahari.</p>
</section>
<section>
<h3>Mantel dan Kulit Matahari</h3>
<p>Setelah energi dihasilkan di inti, sinar dan panas merambat melalui mantel dan kulit Matahari. Mantel, lapisan di luar inti, merupakan zona konveksi di mana energi diangkut oleh aliran massa gas panas. Kulit Matahari adalah lapisan terluar yang terlihat oleh mata manusia, di mana cahaya matahari bersinar terang.</p>
</section>
<section>
<h3>Fotosfer dan Bintik Matahari</h3>
<p>Fotosfer, bagian yang terlihat dari kulit Matahari, menampilkan lanskap penuh bintik matahari. Bintik-bintik ini adalah area yang relatif lebih dingin dan menunjukkan aktivitas magnetik yang kompleks. Pengamatan bintik matahari memberikan wawasan tentang dinamika permukaan Matahari.</p>
</section>
<section>
<h3>Atmosfer Matahari</h3>
<p>Atmosfer Matahari terdiri dari tiga lapisan utama: kromosfer, korona, dan pelorona. Kromosfer menampilkan gemerlap merah yang terlihat selama gerhana matahari total, sedangkan korona adalah lapisan terluar yang tampak sebagai aura yang memancar saat matahari terhalang. Pelorona adalah area di luar tata surya di mana pengaruh Matahari masih dapat dirasakan.</p>
</section>
</article>
<article id="lifecycle">
<h2>Siklus Hidup</h2>
<img src="assets/life-cycle-of-the-sun.en.png" alt="">
<p>Matahari, bintang yang memberikan cahaya dan kehangatan pada tata surya kita, menjalani perjalanan yang menakjubkan selama siklus hidupnya. Proses ini melibatkan perubahan fasa yang memengaruhi penampilannya dan dampaknya terhadap tata surya.</p>
<section>
<h3>Fase Pembentukan</h3>
<p>Siklus hidup Matahari dimulai dari fase pembentukan di dalam nebula surya, sebuah awan raksasa gas dan debu. Gravitasi menyebabkan nebula ini menyusut, membentuk cakram rotasi. Di pusatnya, materi mulai berkumpul dan meresap ke inti Matahari, memicu reaksi fusi nuklir dan memancarkan cahaya pertamanya.</p>
</section>
<section>
<h3>Fase Utama</h3>
<p>Setelah mencapai keseimbangan hidrostatik, Matahari memasuki fase utama, di mana energi yang dihasilkan oleh fusi nuklir di inti seimbang dengan tekanan gravitasi yang menariknya. Fase ini diperkirakan berlangsung selama sekitar 10 miliar tahun untuk Matahari. Selama periode ini, hidrogen di inti habis, dan helium mulai mengakumulasi.</p>
</section>
<section>
<h3>Fase Raksasa Merah</h3>
<p>Ketika persediaan hidrogen di inti habis, Matahari akan memasuki fase raksasa merah. Inti akan menyusut dan pemanasan, sementara lapisan luar membesar. Matahari akan mencapai ukuran yang luar biasa besar, mungkin memakan planet-planet terdekatnya.</p>
</section>
<section>
<h3>Fase Nebula Planeter</h3>
<p>Pada akhirnya, Matahari akan melepaskan lapisan luar di angkasa, membentuk nebula planeter. Inti yang tersisa akan menjadi bintang katai putih, menerangi nebula sekitarnya. Sisa-sisa dari fase ini akan berkontribusi pada pembentukan bintang dan planet baru di tata surya.</p>
</section>
</article>
<article id="activity">
<h2>Aktivitas</h2>
<img src="assets/14350749_solar-storm-2-img.jpg" alt="">
<p>Matahari, meskipun terlihat damai dari kejauhan, menyembunyikan aktivitas yang luar biasa di permukaannya. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi penampilannya, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap tata surya dan Bumi. Mari kita jelajahi beberapa aktivitas menarik Matahari.</p>
<section>
<h3>Bintik Matahari
</h3>
<p>Bintik matahari adalah area di permukaan Matahari yang tampak lebih gelap karena suhu yang lebih rendah. Mereka muncul dan menghilang dalam siklus sekitar 11 tahunan yang dikenal sebagai Siklus Bintik Matahari. Aktivitas ini terkait dengan medan magnetik Matahari dan dapat mempengaruhi cuaca luar angkasa dan komunikasi di Bumi..</p>
</section>
<section>
<h3>Letusan Matahari</h3>
<p>Letusan matahari, atau erupsi matahari, adalah pelepasan energi besar di atmosfer Matahari. Ini dapat menyebabkan lonjakan radiasi dan partikel bermuatan yang mencapai Bumi, mempengaruhi aurora dan dapat mempengaruhi sistem satelit dan komunikasi. Studi tentang letusan matahari membantu kita memahami dinamika atmosfer Matahari.</p>
</section>
<section>
<h3>Angin Matahari</h3>
<p>Angin matahari adalah aliran partikel bermuatan yang terus-menerus berhembus dari Matahari ke ruang angkasa. Angin ini dapat mencapai kecepatan tinggi dan memengaruhi magnetosfer Bumi. Interaksi angin matahari dengan medan magnet Bumi dapat menciptakan aurora dan memiliki dampak signifikan pada sistem navigasi satelit.</p>
</section>
<section>
<h3>Siklus Aktivitas Matahari</h3>
<p>Matahari mengikuti siklus aktivitas sekitar 11 tahunan yang mencakup periode naik-turun aktivitas. Selama puncak siklus, terjadi lebih banyak bintik matahari dan letusan. Siklus ini memiliki dampak pada cuaca luar angkasa dan dapat memengaruhi kondisi di Bumi.</p>
</section>
</article>
</div>
<aside>
<div class="info">
<h2>Matahari</h2>
<img src="assets/download.jpg" alt="Sun Image">
<div class="ket">
<table class="tabel-matahari">
<tr>
<th>Karakteristik</th>
<th>Nilai</th>
</tr>
<tr>
<td>Nama</td>
<td>Matahari</td>
</tr>
<tr>
<td>Umur</td>
<td>Sekitar 4,6 Miliar Tahun</td>
</tr>
<tr>
<td>Tipe Bintang</td>
<td>Bintang G (Bintang Utama Urutan Spektral)</td>
</tr>
<tr>
<td>Masa</td>
<td>Sekitar 1,989 x 10<sup>30</sup> kilogram</td>
</tr>
<tr>
<td>Diameter</td>
<td>Sekitar 1,4 juta kilometer</td>
</tr>
<tr>
<td>Suhu Permukaan</td>
<td>Sekitar 5,500 °C (Celsius)</td>
</tr>
<tr>
<td>Suhu Inti</td>
<td>Sekitar 15 juta °C (Celsius)</td>
</tr>
<tr>
<td>Jarak dari Bumi</td>
<td>Sekitar 150 juta kilometer</td>
</tr>
<tr>
<td>Komposisi Atmosfer</td>
<td>Hidrogen (74%), Helium (24%), dan Spesi Kecil Lainnya</td>
</tr>
</table>
</div>
</div>
</aside>
</div>
<aside class="video">
<iframe width="100%" height="630" src="https://www.youtube.com/embed/2HoTK_Gqi2Q?si=o4mxC4nRLuovASEI" title="YouTube video player" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</aside>
<div class="more">
<h2>Eksplor Lainnya</h2>
<div class="card-container">
<div class="card">
<img src="assets/image.png" alt="Image 1" />
<div class="inform">
<h3>Nebula</h3>
<p>Bagaimana Nebula Tercipta?</p>
</div>
</div>
<div class="card">
<img src="assets/blackhole.png" alt="Image 2" />
<div class="inform">
<h3>Black Hole</h3>
<p>Apa itu Black Hole?</p>
</div>
</div>
<div class="card">
<img src="assets/bigbang.png" alt="Image 3" />
<div class="inform">
<h3>Big Bang</h3>
<p>Awal Mula Alam Semesta</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</main>
<footer>
<p>© 2024 Ilham Nofaldi. All rights reserved.</p>
</footer>
<button class="scroll-up" aria-label="Scroll ke atas">
<svg xmlns="http://www.w3.org/2000/svg" width="50" height="50" viewBox="0 0 24 24" fill="none" stroke="currentColor" stroke-width="2" stroke-linecap="round" stroke-linejoin="round" class="lucide lucide-square-chevron-up"><rect width="18" height="18" x="3" y="3" rx="2"/><path d="m8 14 4-4 4 4"/></svg>
</button>
</body>
</html>